SELAMAT DATANG

.. Apa yang aku pikirkan aku tulis ..
.. Apa yang aku rasakan aku tulis ..
.. Apa yang aku dengar aku tulis ..
.. Apa yang aku lihat aku tulis ..
.. Apa yang aku ingin ungkapkan aku tulis ..
.. Biarkanlah semua yang ada di sekitar dan di sekelilingku ,,
.. memberiku inspirasi untuk selalu membuat diriku menulis dan terus menulis ,,
.. BECAUSE INSPIRATION IS EVERYWHERE ..

>> WELCOME TO THE WORLD MY INSPIRATION <<

Sabtu, 25 Juni 2011

ARTI SEBUAH HARAPAN


Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Yang pertama berkata :

“Aku adalah IMAN, namun manusia tak mampu menjaga ku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lalu yang kedua berkata :

“Aku adalah DAMAI, sayang aku tak berguna lagi, manusia tidak mau mengenalku, tak ada gunanya aku menyala.” Begitu selesai bicara tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara :

“Aku adalah CINTA, aku sudah tak mampu lagi menyala, sebab manusia tidak lagi memandang dan menganggap ku berguna, mereka saling membenci...” Tanpa waktu lama maka padamlah lilin ketiga.

Tanpa terduga....

Seorang anak masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan, ia berkata :

Hei apa yang terjadi ?? kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia pun menangis tersedu-sedu.

Dengan terharu lilin ke empat berkata :

Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya :

Akulah “ HARAPAN

Dengan gembira sang anak mengambil lilin harapan lalu menyalakan ketiga lilin lainnya.

Kesimpulan dari cerita di atas adalah :
Sebuah HARAPAN yang tidak pernah mati dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti sang anak yang dalam situasi apapun dapat menghidupkan kembali IMAN, DAMAI, CINTA dengan HARAPANnya.

( Dikutip dari buku THE LIGHT OF A LITTLE CANDLE , CAHYO SATRIA WIAJAYA )

Tunggu Kisah Insipiratif Lainnya Dari Buku Ini ,, :)

Jumat, 24 Juni 2011

KASIH IBU

Suatu malam, seorang wanita berusia 20 tahun bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, ia segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat si anak berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata,”Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
Ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawab si wanita dengan malu-malu
Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu”, jawab si pemilik kedai.
Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Si wanita itu segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.
Tidak apa-apa”, aku hanya terharu jawab wanita itu sambil mengeringkan air matanya.
Bahkan seorang yang baru ku kenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru ku kenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan ibu kandungku sendiri.” Katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai setelah mendengar perkataanya, menarik nafas panjang lalu berkata :
Nona, mengapa kau berpikir seperti itu ? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”.
Si wanita terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu ? untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru aku kenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibukku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya”. Dia segera menghabiskan bakminya, lalu menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus di ucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengannya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah,” Nak, kau sudah pulang. Cepatlah masuk, ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang.” Pada saat itu si wanita tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita. Kadang-kadang, kita sulit atau lebih tepatnya tidak mau untuk melihat dan menghargai pertolongan yang diberikan oleh orang-orang yang sudah sangat kita kenal. Untuk menghargai cinta kasih mereka.  Kita menganggap bahwa itu sebagai suatu keharusan dan sebuah kewajiban.

( Dikutip dari buku THE LIGHT OF A LITTLE CANDLE , CAHYO SATRIA WIAJAYA )

Tunggu Kisah Insipiratif Lainnya Dari Buku Ini ,, J

Tidak ada kata-kata yang terindah yang bisa aku ungkapkan untuk melukiskan semua pengorbanan dan kasih sayangmu ibu ,,

Aku hanya bisa berkata : Terima kasih ibu ,, i love you mom ,,

Kamis, 23 Juni 2011

MALAIKAT PELINDUNG


Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan,”Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?”

Tuhan pun menjawab,”Di antara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi,”Tapi di sini di surga ini aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu sudah cukup untuk membuatku bahagia.” Tuhan pun menjawab, “Tak apa, Malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun Si kecil bertanya lagi,”Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?

Tuhan pun menjawab,”Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang indah, dia akan selalu sabar berada di sampingmu. Dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. Si kecil bertanya lagi,”Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu Ya Tuhan?”

Tuhan pun kembali menjawab,”Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan mengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdoa,” lagi-lagi Si kecil menyelidik,”Namun aku mendengar di sana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhan pun menjawab,”Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun si kecil kini malah menjadi sedih,”Tuhan tentu aku akan menjadi sedih jika tak melihat-Mu lagi.

Tuhan menjawab lagi,”Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada di sisimu.

Hening, kedamaianpun kembali menerpa surga. Suara-suara penggilan dari bumi mulai sayup-sayup terdengar.”Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama dari malaikat pelindungku itu...

Tuhan kembali menjawab,”Nama malaikatmu itu tak begitu penting. Hanya saya kamu akan sering menyebutnya dengan panggilan: Ibu...

( Dikutip dari buku THE LIGHT OF A LITTLE CANDLE , CAHYO SATRIA WIAJAYA )

Tunggu Kisah Insipiratif Lainnya Dari Buku Ini ,, J